mEry’S bLo9

UASBN SD DAMAI MENGESANKAN

Posted on: 4 Maret 2009

Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional ( UASBN ) dilaksanakan serentak tiga hari terhitung sejak tanggal 13, 14,15 Mei 2008. Tidak terkecuali di SD Damai yang memiliki 61 peserta siap menempuh ujian perdana bagi sekolah setingkat SD tersebut. Di Sisi lain SD Damai telah menerapkan tradisi positif turun – temurun yaitu selain menjalankan ujian sekaligus menerapkan pendidikan nilai berupa sikap tertib, disiplin, dan sikap kekeluargaan. Hal ini diwujudkan dalam pembinaan tata tertib untuk siswa agar datang tepat waktu, berseragam sekolah sesuai ketentuan, dan mengenakan name tak. Tradisi yang khas yaitu para siswa kumpul di ruang kelas 1A dan 1B kemudian berbaris dengan tertib, memasuki ruang bergantian sambil bersalaman dengan pengawas ruang untuk menunjukkan sikap kekeluargaan. Tidak pandang kepada pengawas dari dalam maupun dari luar SD Damai. Tradisi ini amat baik terutama didukung oleh kebiasaan ketua unit yang selalu berdiri di depan pintu utama sekolah tiap pagi untuk berjabat tangan dengan para siswa di dampingi guru piket serta para pimpinan sekolah.

Selama berlangsung UASBN para siswa telah mengerjakan semua soal dengan antausias, berjiwa ksatria, yang dimunculkan dalam sikap menghilangkan rasa cemas menimbulkan rasa percaya diri, sportif, dan jujur. Beberapa guru yang menemui wali kelas berucap” Wah, soalnya mudah bahkan lebih mudah dari pada soal latihan yang bapak dan ibu guru kasih.” Syukurlah kami para guru kelas enam merasa lega.

Usai menjalankan ujian para siswa dipandu ketua ruang ujian untuk berdoa, memberi salam, dan berjabat tangan sambil keluar ruangan. Di luar ruang telah disiapkan meja beserta keranjang. Setiap siswa memasukkan segala perlengkapan ujian ke dalam kerajnang tersebut. Wakil ketua ruang membawa keranjang untuk disimpan ke dalam ruang panitia. Pagi hari berikutnya ketua ruang menyiapkan peralatan tersebut untuk anggotanya dengan rasa kekeluargaan dan ketertiban.

Pesan selama berlangsung ujian , berikan suasana kondusif kepada para siswa, dengan cara menghindari hal-hal yang menyebabkan siswa tidak terfokus untuk menempuh ujian, misalnya suara gaduh dari manapun, tagihan keuangan siswa, maupun tagihan tugas yang mengganggu. Berikan dukungan nyata dengan kata – kata yang mendukung serta pelayanan pemberian sarana ujian secara cuma – cuma berupa pensil 2B, penggaris, penghapus, dan tatakan. Hindari anak pergi WC atau toilet selama ujian berlangsung kecuali terpaksa. Sarankan kepada peserta ujian untuk menjawab semua soal sehingga tidak ada soal yang terlewatkan.

Kesan selama berlangsung ujian, para siswa dapat menjalankan tugas dengan baik dan tenang. Namun ada satu hal yang mengesan bahwa waktu waktu untuk ujian bersisa banyak bagi siswa tertentu. Waktunya dua jam untuk mengerjakan soal 40 nomor untuk pelajaran matematika dan IPA serta 50 nomor untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Sudah barang tentu membuat jenuh menunggu bel selesai dibunyikan, sampai ada seorang siswa yang ketiduran di ruangan. Itu lebih baik dari pada para siswa kekurangan waktu. Biasanya pelajaran Matematika memerlukan waktu lebih banyak dibanding mata pelajaran yang lainnya.

Tidak kalah menaraik lagi kesan para guru pengawas ruang yang diberi tugas mengawas UASBN di luar SD Damai. Mereka dapat menjadikan tugas tersebut sebagai studi banding. Ada hal unik / khas di sekolah lain tetapi belum tentu cocok untuk diterapkan di sekolah sendiri. Misalnya berjabat tangan siswa kepada guru pengawas sambil mencium tangan. Biar beda namun ada kesamaan yaitu mendidik siswa ke arah yang lebih baik dan benar. Akhirnya selamat berbagi pengalaman buat guru kelas enam khususnya untuk memberikan layanan yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Yugo: Wuihhh...wuihh.....Berat berat Boooo..artikelnyaaaaa... artikel nya Btw nulis ndiri nehh ???? wah kayanya saya agak sedikit merinding nehh dengernya
  • wulan: menarik pembahasan tentang anak usia dini, tapi sebagai pengajar di PAUD sering dituntut oleh orang tua atau wali murid. Mereka ingin anak mereka bisa
  • edi kurniawan: komandan,. aku pengen bimbingan ya dan...............
%d blogger menyukai ini: