mEry’S bLo9

Kenapa Pelajaran Agama Tidak Menarik

Posted on: 18 Maret 2009

Merujuk pada PP Nomor 55 tahun 2007, ada istilah Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.. Sedangkan Pendidikan Keagamaan yaitu pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.

Kalau merujuk dari term yang dibicarakan oleh teman-teman kedua-duanya masuk dalam ranah yang dibicarakan. Dari tantangan dan permasalahan yang dihadapi sekarang, terumuskan bahwa materi keagamaan kurang menarik serta kurang membekas pada para siswa dan banyaknya guru-guru agama yang kurang dan tidak kompeten dengan berbagai kondisi yang ada.

Kalau mengingat suatu pernyataan dulu di pesantren yang berbunyi “attoriqotu ahammu minal maadah, wal mudarrisu ahammu minattoriqoh, wa ruuhul mudarris ahammu minal mudarris”. Letaknya kelemahan sebetulnya di mana. Mengingat dalam agama dan pelajaran agama ada yang namanya knowledge dan dogma. Pelajaran agama sebenarnya cenderungnya ke mana di antara dua? atau harus mencakup kedua-duanya?

Mengingat pemerintah melalui Departemen Agama juga telah menggulirkan beberapa program yang disokong dengan Undang-undang dan peraturan-peraturan. Namun entah bagaimana efektifitas dan capaian dari program-program tersebut. Jika gagal, perlu dilihat apa saja indikator-indikator ketidakberhasilannya.

Pendidikan agama tidak hanya tanggungjawab pemerintah, tapi tanggungjawab kita semua. Bagaimana pendidikan agama dan keagamaan bisa berkontribusi membangun karakter dan moralitas siswa-siswa.

Diperlukan kontribusi pemikiran, gagasan ataupun kalau sebuah buku tentang pelajaran agama yang unik dan inspiratif bisa diinformasikan. Demikian semoga bermanfaat untuk direnungkan dan dibicarakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Yugo: Wuihhh...wuihh.....Berat berat Boooo..artikelnyaaaaa... artikel nya Btw nulis ndiri nehh ???? wah kayanya saya agak sedikit merinding nehh dengernya
  • wulan: menarik pembahasan tentang anak usia dini, tapi sebagai pengajar di PAUD sering dituntut oleh orang tua atau wali murid. Mereka ingin anak mereka bisa
  • edi kurniawan: komandan,. aku pengen bimbingan ya dan...............
%d blogger menyukai ini: