mEry’S bLo9

Sejak usia berapakah Pendidikan Usia Dini harus dilakukan ?

Posted on: 18 Maret 2009

da beberapa kelompok anak usia dini, yaitu: 1.kelompok bayi (berusia 0-12 bulan), 2. kelompok bermain (1-3 tahun), kelompok pra sekolah (4-5 tahun) dan kelompok usia sekolah (6-8 tahun). Nah, jika dilihat dari pengelompokan ini, maka putri ibu bisa masuk dalam kelompok pra sekolah. Menurut saya, pembelajaran usia dini sangat bagus diterapkan sedini mungkin. Maksudnya adalah kita harus sudah memulai pembelajaran kepada anak pada saat sang anak dalam kelompok bayi. Semakin dini kita melakukan pembelajaran, maka akan makin mudah pula bagi kita untuk mendidik dan membentuk kepribadiannya.

Sebelum menjalankan PAUD kita perlu mengetahui karakteristik anak usia dini. Mereka adalah anak yang memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan orang dewasa, diantaranya: 1). Memiliki sifat egosentris, mereka cenderung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. 2). Memiliki Curriosity tinggi, mereka memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan selalu ingin tahu dengan hal-hal yang menarik perhatiannya. 3). Makhluk sosial, mereka akan sangat senang apabila diterima dan berada bersama teman-teman sebayanya. 4). The Uniqur Person, masing-masing anak akan memiliki bawaan, minat dan latar belakang kehidupan yang berbeda-bedan. 5). Kaya dengan fantasi, mereka senang dengan hal-hal yang bersifat imajinatif karena pada dasarnya anak-anak sangat kaya akan fantasi. 6). Daya konsentrasi yang pendek, mereka tidak akan melakukan satu hal dalam waktu lama dan akan mudah berpaling ke hal lainnya. 7). Usia dini adalah masa paling potensial untuk belajar, mereka akan dengan mudah meniru apapun yang anda ajarkan kepadanya. Jadi dengan mengenal berbagai karakteristik ini kita bisa menentukan pola pembelajaran seperti apa yang akan diterapkan kepada sang anak.

Anak usia dini adalah sosok yang istimewa, Karena diusia inilah mereka akan menjalani suatu proses perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Kepribadian dan kecerdasan sang anak dimasa anak-anak, remaja dan dewasa juga sangat ditentukan oleh pembelajaran yang dia dapatkan dari orang tuanya sejak usia dini. Sifat anak-anak usia dini memang unik dan menarik. Mereka akan selalu aktif, dinamis, antusias dan selalu ingin tahu tentang apa yang dilihat dan didengarnya. Mereka juga memiliki rasa ingin tahu yang besar, memiliki sifat egosentris dan seolah-olah tidak pernah berhenti belajar. Mereka juga sosok yang kaya dengan fantasi dan memiliki daya perhatian yang pendek. Jadi menurut saya, di usia dini inilah masa-masa pembelajaran yang paling potensial dilakukan.

Pembelajaran anak usia dini bisa dilakukan dengan adanya interaksi antara anak, orang tua dan orang dewasa lainnya. Dengan adanya PAUD diharapkan akan membuat anak tumbuh dan berkembang, baik dari sisi bahasa fisik, kognitif maupun sosio emosionalnya. Melalui interaksi, anak akan bisa memperoeh pengalaman yang bermakna. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PAUD. Diantaranya adalah dengan: 1). pembelajaran yang berangkat dari fitrahnya. 2). pembelajaran yang menantang bagi anak. 3). pembelajaran yang dilakukan dengan bermain. 4). pembelajaran yang dilakukan dengan media alam. 4). pembelajaran dengan ketrampilan hidup, 5). Pembelajaran dengan cara sambil melakukan (learning by doing)

Untuk bisa mendidik anak usia dini dengan benar, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: 1). Jangan menyamaratakan metode pendidikan anak. Kita harus memahami karakteristik anak sesuai dengan usianya. Tentu saja metode pembelajaran anak usia 8 tahun yang sudah memasuki usia sekolah tidak akan bisa diterapkan bagi anak usia 4 atau 5 tahun yang sedang memasuki masa bermain. 2). Kita (selaku pendidik) harus menyesuaikan dengan karakteristik anak, bukan anak yang dipaksa untuk menyesuaikan dengan diri kita. 3). Kita harus bisa melakukan pendidikan dengan benar, karena usia dini sangat menentukan bagi anak bagi kehidupan selanjutnya.

Berbicara tentang pendidikan anak, tentu saja kita tidak bisa 100% menyerahkannya perkembangan anak kita kepada institusi pendidikan formal. Karena faktor pergauan dirumah maupun dilingkungannya juga sangat menentukan keberhasilan pembelajaran anak usia dini. Interaksi dengan lingkungan dan keluarga juga sangat mempengaruhi terbentuknya kepribadian anak. Oleh karena itu kita tidak boleh hanya mengandalkan pihak lain untuk mendidik anak-anak kita.

Secara jujur saya katakan, bahwa metode pendidikan anak usia dini di lembaga pendidikan formal masih belum memadai. Hal ini dikarenakan mereka lebih mementingkan aspek akademik seperti kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Oleh karena itu lah tugas kita sebagai orang tua untuk melengkapinya dengan pembelajaran yang lebih bersifat fisik, kognitif, bahasa dan sosio-emosional. Dengan demikian sang anak akan bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Yugo: Wuihhh...wuihh.....Berat berat Boooo..artikelnyaaaaa... artikel nya Btw nulis ndiri nehh ???? wah kayanya saya agak sedikit merinding nehh dengernya
  • wulan: menarik pembahasan tentang anak usia dini, tapi sebagai pengajar di PAUD sering dituntut oleh orang tua atau wali murid. Mereka ingin anak mereka bisa
  • edi kurniawan: komandan,. aku pengen bimbingan ya dan...............
%d blogger menyukai ini: