mEry’S bLo9

Pendidikan Agama di Sekolah Dinilai Gagal

Posted on: 19 April 2009

Pendidikan Agama di Sekolah Dinilai Gagal
Semarang, Kompas – Pendidikan agama di sekolah selama ini tidak
berhasil meningkatkan etika dan moralitas peserta didik. Metode
pendidikan agama masih sebatas mentransfer materi pelajaran agama,
sehingga peserta didik hanya menghafalkan materi pelajaran agama
tetapi kurang bisa memahaminya dengan baik.

“Selama ini, diakui atau tidak, pendidikan formal (agama) di sekolah
gagal. Pendidikan agama di sekolah ternyata belum bisa memengaruhi
sistem etika dan moral peserta didik. Buktinya, konflik di masyarakat
tetap saja ada,” kata Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
KH Sahal Mahfudz dalam semiloka tentang “Pluralisme dalam Aksi” di
Semarang, Kamis (29/5).

Menurut Sahal, selama ini yang berlaku bukan pendidikan agama
melainkan pengajaran agama. Prinsip pendidikan agama seharusnya
merupakan upaya menginternalisasikan nilai agama pada perserta didik.
Tujuannya, agar perserta didik dapat memahami nilai agama dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebagaimana mata
pelajaran lainnya, pendidikan agama di sekolah hanya merupakan
pelajaran menghafal ajaran agama.

Akibatnya, pendidikan agama di sekolah hanya mampu mengantarkan
peserta didik mendapatkan nilai bagus dalam ujian. Pendidikan agama
di sekolah tidak mampu menampilkan perbaikan moral.

“Buktinya, korupsi tetap merajalela, penyalahgunaan wewenang dan
ketidakadilan semakin semarak. Demikian juga tawuran pelajar tetap
saja terjadi dan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar semakin
menjadi,” katanya.

Menurut Sahal, harus dilakukan perubahan orientasi pendidikan agama
dari orientasi pencapaian nilai (kuantitatif) ke upaya pemahaman
nilai agama (kualitatif). Tidak perlu menambah mata pelajaran etika
untuk meningkatkan etika dan moral peserta didik, karena dalam
pendidikan agama sudah terkandung pendidikan etika dan moral. (IKA)

2 Tanggapan to "Pendidikan Agama di Sekolah Dinilai Gagal"

betul sekali…terbukti dengan maraknya video po** yang di perankan anak sekolah.

Betullll…..anak remaja kok banya k gak keruan…..

Sebenarnya Pendidikan Agama itu tidak sekedar menghapal pelajaran agama…. ujian trus dapat nilai….. naik kelas.

Menurut saya Guru Agama harus mampu menyentuh HATI ANAK supaya Terbuka dan Tuhan menjamah hati mereka.

Guru mampu membimbing anak mengenal Tuhannya dan mempunyai hati yang selalu merindukan Tuhan dalam hatinya.Dipraktekan Lewat mengasihi teman 2 yg ditemui mereka se-hari2…….yang kelihatan.
Ada hubungan batin guru dan murid…….mengajar saling memahami, menghargai , melakukan kebaikan , adil, empati…juga kepada temannya yg paling miskin……
.
Nah pada saat itulah Hati anak MULAI TERSENTUH………mulai peka. …….mulai mendengar suara Tuhan dalam hatinya.

Seiring juga rajin membaca kitab suci….. Jadi hidup mereka harus seimbang……nyambung antara praktek dan pengajaran.

kalau tidak…..yah sampai kapan pun murid tetap tidak kenal Etika Moral yang ada dalam pelajaran agama….

Salam . Blog nya bagus.
Dari kalimantan tengah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Yugo: Wuihhh...wuihh.....Berat berat Boooo..artikelnyaaaaa... artikel nya Btw nulis ndiri nehh ???? wah kayanya saya agak sedikit merinding nehh dengernya
  • wulan: menarik pembahasan tentang anak usia dini, tapi sebagai pengajar di PAUD sering dituntut oleh orang tua atau wali murid. Mereka ingin anak mereka bisa
  • edi kurniawan: komandan,. aku pengen bimbingan ya dan...............
%d blogger menyukai ini: